
TIDORE – Komitmen Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Tidore dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan budaya literasi masyarakat kembali diwujudkan melalui kolaborasi bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Provinsi Maluku Utara. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi, Unibrah menyalurkan ratusan buku kepada empat desa lokasi KKN sebagai bentuk penguatan perpustakaan desa.
Empat desa penerima bantuan tersebut yakni Desa Bobaneigo, Desa Bangkit Rahmat, Desa Akedotilou, dan Desa Akeguraci. Penyerahan buku dilaksanakan di Kantor Disarpus Malut, Selasa (10/2/2026), dan diserahkan langsung oleh Kepala Disarpus Malut, Mulyadi Tutupoho, didampingi Wakil Rektor III Unibrah, Mansur Djamal, serta dihadiri para kepala desa.
Wakil Rektor III Unibrah, Mansur Djamal, menegaskan bahwa KKN Tematik Literasi merupakan bagian dari pengabdian nyata perguruan tinggi dalam membangun kapasitas masyarakat desa, khususnya dalam menumbuhkan minat baca dan akses pengetahuan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi motor penggerak literasi sekaligus pendamping pengelolaan perpustakaan desa.
Program ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa. Kepala Desa Akedotilou, Ramli Amri, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Unibrah dan Disarpus yang dinilai sangat membantu kebutuhan literasi di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Disarpus dan Unibrah yang melaksanakan kegiatan KKN tematik literasi di desa kami sehingga membantu kami dalam menumbuhkan budaya baca dan literasi yang saat ini sangat minim,” ujarnya.
Ramli menambahkan, bantuan buku dan pendampingan mahasiswa KKN memberi harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan generasi muda di desa.
“Dengan adanya buku-buku ini, anak-anak punya lebih banyak bahan bacaan dan ruang belajar. Kami berharap ini bisa memotivasi mereka untuk terus sekolah dan punya cita-cita lebih tinggi,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi desa saat ini. “Saat ini kita diperhadapkan dengan Universitas IWIP yang membuat anak-anak tidak mau lagi lanjut studi tetapi lebih memilih kerja di tambang. Hal ini bisa membuat kualitas SDM kita menjadi menurun. Karena itu kegiatan literasi seperti ini sangat penting,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disarpus Malut, Mulyadi Tutupoho, menjelaskan bahwa bantuan buku merupakan program rutin pembinaan perpustakaan desa yang diperkuat dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi.
“Kita menyerahkan cukup banyak buku dengan berbagai genre. Kali ini terbantu oleh kegiatan KKN tematik literasi yang juga merupakan program Perpusnas yang menyalurkan bantuan buku di desa-desa tempat KKN berlangsung,” jelasnya.
Melalui sinergi ini, Unibrah berharap program KKN Tematik Literasi dapat memberikan dampak berkelanjutan, meningkatkan budaya baca masyarakat desa, serta mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Maluku Utara.
